About My Hair
Kalau kata wanita, rambut adalah mahkotanya. Hanya dengan rambut (apalagi rambut seperti di iklan-iklan shampo) bisa membuat pria terpesona. Makanya wanita sangat merawat rambutnya. Bagaimana dengan pria? Pria cenderung cuek dengan rambutnya tapi ada juga yang merawatnya. Golongan pria yang merawat rambut adalah anak-anak ‘punk’ atau ‘emo’ (coba kalau gak dirawat, cara bikin rambutnya naik ke atas kayak durian gimana?) atau pria yang ‘double engine’ a.k.a ‘bencong’.
Bagaimana dengan gue?
Hmm, secara harfiah seorang Noval Dias ‘Handsome’ adalah seorang remaja (masih) cowok. Belum berubah. Sesuai dengan kriteria yang disebutkan di atas, cowok cuek dengan rambutnya. Begitu juga gue. Misalnya sebelum berangkat sekolah buru-buru karena telat lalu gak sisiran (bahasa Indonesianya apa ya? semacam merapikan rambut pakai sisir gitu lah). Udah pasti di depan pagar rumah nyokap gue teriak “Mas!! Kok gak nyisir rambutnya??”
Apalagi rambut gue termasuk rambut yang suburnya kelewatan. Setiap abis potong rambut, sekitar 1 bulan udah panjang lagi. Bagi gue sih oke-oke aja rambut panjang, tapi bagi guru piket tentu rambut gue jadi bahan percobaan asgar (asal garap rambut). Nyokap gue juga gak suka kalau rambut gue panjang gara-gara jambangnya (rambut di deket kuping) jadi jelek dan mirip-mirip kemoceng.
Maka dari itu semua, sekitar awal bulan September gue botakin rambut gue. Ya, botak. Gundul plontos.

Kayaknya di-make up sedikit udah mirip Deddy Corbuzier
Setelah potong rambut kepala gue serasa enteng dan lebih dingin. Dielus-elus pun rasanya ‘semriwiinngg’. Tapi, pulang dari tempat potong rambut tukang di rumah gue (lagi bikin lemari) langsung kaget. Dia terheran-heran kenapa ada tuyul masuk rumah. Lalu gue masuk ke rumah, nyokap dan adek gue langsung ketawa ngakak. Di rumah juga ada anaknya tukang itu yang sama-sama gundul (ya, kita berdua sama, Dik!).
Setelah itu gue sebar foto gue lagi botak di twitter. Lalu apa kata mereka?
Foto Dias Botak: http://yfrog.com/nec52ij
Kata @diazhandsome → gue sendiri
astag terlalu ganteng ini *mjb RT @diazhandsome: Botak: http://yfrog.com/nec52ij
Kata @lydiaannisaa
*ngakak, haha. RT @diazhandsome: Foto Dias Botak: http://yfrog.com/nec52ij
Kata @dika200
Aduh gua horny RT @diazhandsome: Foto Dias Botak: http://yfrog.com/nec52ij
Kata @hidungkukecil
Kayak biksu yas hahaha RT @diazhandsome: Foto Dias Botak: http://yfrog.com/nec52ij
Kata @hellorika
Ada yang ngakak ketika ngeliat foto gue lagi botak, ada yang bilang ganteng, ada yang bilang kayak biksu, tapi kok ada juga yang horny ya? -___________-”
*arti horny cari sendiri
*
Selama 1-2 bulan setelah masa-masa kegundulan gue, gue serasa sisir rambut itu tidak penting (iyalah, apa yang mau disisir coba?). Pengeluaran rumah tangga pun bisa dihemat dengan tidak membeli shampo. Efek global warming pun bisa ditekan karena kepala gue dapat menyerap panas. Ketika mati lampu, kepala gue bisa menggantikan lilin sementara. Apalagi kalau lagi main futsal, sundulan ke gawang semakin mudah. Asal bola dan kepala gak ketuker aja…
Namun belakangan ini rambut gue udah mulai lebat. Bulu ketek juga sama lebatnya. Gue jadi semakin rajin sisiran. Setiap malam gue selalu menghabiskan shampo demi kelangsungan rambut gue. Teman-teman yang dulu sering mengelus-ngelus rambut gue (katanya mirip bola peramal) satu per satu berguguran. Lama-lama tidak ada lagi yang mengelus. Bayar angkot jadi lebih mahal karena supir angkot tidak lagi takut seperti waktu gue gundul. Sedih sekali, unyuuu…
Rambut gue semakin panjang, panjang, panjang, dan panjang. Tapi kok kalau dilihat sekilas kok mirip Rian d’Nasib ya? Wekekekek…
Yaudah, ini foto gue dengan rambut-gue-yang-mirip-sapu-ijuk.

Tapi kenapa muka gue mirip bencong ya? Ah, belum mandi…
Yaudah, gue niat mau ke tempat pangkas rambut.
Potong rambut dulu bisa kaleeee…










bebas ketombe dan kutu….
lo botak tu hrs bersyukur!!!!!!!!!,oke3x krn bebas dr kutu (tumo)
Hahaha,lucu kak
~~~~
answer is..
HAVEX
mas! saya cari mikropon ada? situ jualan mike, kan? sampe dibawa2 di kepala *LOL