Skip to content

Gajah di Pelupuk Mata tak Tampak…

April 2, 2008

Mungkin judul itu sangat cocok untuk supir angkot yang baru tadi sore (2/4) saya tumpangi. Peribahasa yang sebenarnya sih “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak”. Tetapi untuk supir angkot tadi, hanya kata terakhir yang cocok. Sebab-musabab, supir angkot 32 jurusan Cibinong-Tmn. Pagelaran tadi memarahi pengendara sepeda motor. Sebenarnya sih sah-sah saja. Tetapi yang jadi penyebab adalah, supir angkot tadi berhenti sembarangan untuk menurunkan penumpang setelah memarahi pengendara sepeda motor.

Kronologinya begini. Angkot 32 sedang melaju dengan cepat sekali, mungkin 60 km/jam (di jalan sempit lho..), tiba-tiba mengerem sekuat tenaga, upaya, dan usaha untuk menghindari pengendara motor yang tiba-tiba mengerem sekuat tenaga juga. Setelah berhasil berhenti dan tarik nafas dalam-dalam, supir yang baru berganti supir asli tersebut marah-marah sekuat tenaga juga (sekuat tenaga mulu..). Mungkin kemarahannya begini “Eh, s**l*n loe!!! Kalo ngerem ga usah tiba-tiba donk!!!”. Setelah berkata tersebut, mungkin telah lega perasaannya, ia mulai lagi ciri khas angkot di jalan, yaitu berhenti sembarangan. Sembari berhenti sembarangan, ia memarahi kembali pengendara motor tersebut. Walah?? Sampai-sampai lupa sama penumpang yang minta turun tadi… Untungnya saja pengendara motor tadi tidak ikutan marah. Kalau ikutan, wah, bisa gawat.

Pertanyaannya adalah, kenapa semua pengemudi di Indonesia suka marah-marah ya??

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: