Skip to content

Kecepatan vs Keselamatan

April 3, 2008

Dua kata pada judul di atas tentu sangat berlawanan arti pada kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak? Apabila kita lebih mementingkan kecepatan, supaya lebih cepat sampai, maka maut sudah sangat dekat sekali. Tetapi, apabila kita lebih mementingkan keselamatan tanpa harus beradu kecepatan kepada sesama pengguna jalan, maka kita mungkin masih akan bisa melihat dunia lebih lama. Coba bandingkan, kita pergi ke sebuah tempat dengan mementingkan safety riding, maka kita mungkin masih bisa hidup lebih lama. Tetapi, apabila sebaliknya (lebih mementingkan kecepatan) maka semakin dekat kita dengan maut.

Nah, apabila kita masih ingin hidup lebih lama, maka, terapkanlah safety riding yang akan membuat Anda akan selamat sampai tujuan. Di luar negeri, untuk mendapatkan sebuah SIM harus ikut sekolah mengemudi dan membayar untuk sekolah tersebut. Di sekolah itulah para ‘siswa’ diajarkan bagaimana mengemudi yang benar menurut safety riding. Apabila merela melakukan kesalahan dalam berkendara, maka bintang kelulusan akan dikurangi. Bagaimana dengan Indonesia? Boro-boro, untuk mendapatkan sebuah SIM saja masih banyak yang menggunakan sistem tembak alias SIM tembak. Yaitu SIM yang didapatkan dengan cara membayar calo, tanpa harus mengikuti sekolah seperti di luar negeri! Bahkan, untuk memperpanjang SIM tidak perlu haru membayar mahal atau sekolah lagi. Katanya, cuma bayar Rp 75.000 saja sudah mendapatkan SIM perpanjangan. Tidak seperti di Singapura atau negara lain, yang apabila habis masa berlakunya dan akan memperpanjang, harus mengikuti kembali sekolah seperti dulu. Wah, kalau sudah begini, bagaimana bisa kecil angka kecelakaan di Indonesia?

Kalau bicara kecepatan, orang-orang seperti tak habis-habisnya membicarakannya. Bahkan teman saya pun sering membicarakan tentang orang tuanya saat ngebut di jalan. Sah-sah saja ngebut di jalan, asal jalan yang dilalui adalah sirkuit. Di F1 sekalipun yang menjadi ajang pertunjukkan kecepatan, masih sangat diperhatikan tentang keselamatan. Di F1, kalau mobil gulung-gulung keluar trek pun sampai hancur lebur mobilnya, orang yang mengemudi masih hidup atau minimal luka ringan. Mengapa bisa begitu? Karena di mobil F1 memiliki berbagai perangkat keamanan yang dapat meminimalisir terjadinya kematian pada pembalapnya.

Nah, sudah tahu kan pentingnya keselamatan daripada kecepatan? Maka dari itu, mari berkendera baiklah di jalan dengan menghormati sesama pengguna jalan. Yaitu pejalan kaki, pengendara sepeda, sepeda motor, mobil, bis dan lain-lain yang sama-sama menggunakan hak jalan raya. Mari tegakkan safety riding di Indonesia!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: