Skip to content

Pengalaman dengan Sambel Jepang

April 6, 2008

Seorang waitress datang sambil membawakan makanan pesanan ayah saya. Yaitu shusi yang telah matang kepada bapak saya. Ia memberikan makanan dengan sambel Jepang sekaligus.

Ayah saya makan dengan lahap tanpa ada halangan yang berarti. Saya ditawari untuk makan sushinya yang lalu dcampur dengan sambel Jepang tersebut. Saya manut saja untuk memakannya, karena saya belum pernah mencicipi sambel tersebut. Tanpa rasa ragu dan berkeyakinan teguh pada sebuah sambal, saya memakannya dengan santai. Begitu dikunyah, rasa dimulut langsung berubah menjadi pahit. Rasa gurih oleh sushi langsung sirna oleh rasa pedas oleh sambal Jepang tersebut. Setelah dirasa dengan seluruh kekuatan batin, rasa pedas yang menggelora di dalam mulut langsung menyebar ke seluruh kepala. Tiba-tiba mata saya menangis kepedasan oleh sambal tersebut. Kepala saya serasa pusing tujuh ronde. Mulut seperti naga ingin mengeluarkan api yang besar. AAAAAARRRRRRRRGGGGGGHHHHHHHHH!!!!!!! Pedasnya………….

Tetapi beberapa detik kemudian, rasa tersebut langsung hilang dan kembali menjadi rasa gurih oleh sushi. Memang begitulah ciri khas sambal Jepang, pedas sesaat namun langsung hilang. Tidak seperti sambal Indonesia yang pedas sesaat, namun langsung sakit perut.😀

Bagaimana kalau orang Jepang makan pecel lele yang pakai sambal khas Indoneisa ya?? (Maaf ga ada gambar)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: